Produk

KBBI Daring: Wajah Baru dalam Transformasi Kamus Digital

04 Juli 20265 mnt baca
KBBI Daring: Wajah Baru dalam Transformasi Kamus Digital

Jika dahulu masyarakat harus membuka lembar demi lembar kamus cetak untuk mencari arti sebuah kata, kini semuanya dapat dengan cepat dilakukan hanya dengan mengetiknya di kolom pencarian pada situs atau aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.

KBBI Daring pertama kali resmi diluncurkan pada 28 Oktober 2016. KBBI Daring adalah platform resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Platform ini hadir untuk memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan dalam mengakses informasi mengenai kosakata bahasa Indonesia serta memberikan ruang untuk berpartisipasi dalam pengembangan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, penulis, editor, jurnalis, penerjemah, peneliti, hingga masyarakat umum yang membutuhkan rujukan bahasa Indonesia yang tepercaya.

Gambar 1: Tampilan utama KBBI Daring.

KBBI Daring dapat diakses melalui situs web https://kbbi.kemendikdasmen.go.id. Kehadiran platform web tersebut memungkinkan masyarakat mengakses informasi kebahasaan kapan saja dan di mana saja.

Pengembangan Fitur dan Infrastruktur KBBI Daring

Sebelum KBBI Daring dikembangkan, proses penyusunan kamus oleh Badan Bahasa masih mengandalkan berbagai perangkat terpisah, seperti Word dan Excel, yang rentan terhadap kesalahan format, sulit digunakan untuk pekerjaan kolaboratif, dan kurang efisien dalam mengelola data kamus.

Melihat keterbatasan sistem sebelumnya, Ian Kamajaya, yang lebih akrab disapa Mas Ian (kini pendiri Indo Leksia), merancang KBBI Daring sebagai sebuah sistem terintegrasi yang tidak hanya melayani kebutuhan pengguna untuk mencari kata, tetapi juga menjadi ruang kerja digital bagi para penyusun kamus. Melalui pengembangan fitur meja editor, KBBI Daring bertransformasi menjadi sebuah sistem manajemen kamus daring yang memungkinkan penyusun kamus menambahkan dan menyunting entri, meninjau hingga pencetakan kamus dalam satu sistem yang terintegrasi. Fitur inilah yang menjadikan KBBI Daring unik dibandingkan kamus digital lain di Indonesia yang pada umumnya hanya memiliki fitur pencarian kata (bukan menyusun kamus).

Pengembangan meja editor juga mendorong lahirnya berbagai fitur dan infrastruktur pendukung lainnya. Ian Kamajaya merancang sistem keamanan untuk melindungi data, meningkatkan kualitas dan optimasi server, menyusun struktur data yang lebih rapi, serta menghadirkan berbagai fitur tambahan, seperti statistik, pencarian lanjutan, etimologi, dan fitur-fitur lainnya. Selama lebih dari satu dekade pengembangan, berbagai penyempurnaan tersebut menjadikan KBBI Daring sebagai produk yang nyaman digunakan oleh pengguna dan penyusun kamus.

Meja Editor Menjadi Jantung KBBI Daring

Salah satu inovasi penting dalam KBBI Daring adalah hadirnya meja editor atau meja redaksi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa fitur ini dikembangkan untuk memudahkan para editor atau penyusun kamus KBBI Daring dalam mengelola data kebahasaan. Melalui meja editor, seluruh proses kerja dilakukan dalam satu platform, mulai dari: menambahkan entri baru; menyunting dan memperbaiki data; memberikan komentar dan masukan; melakukan peninjauan; memvalidasi entri; hingga menyiapkan pencetakan kamus.

Gambar 2: Fitur yang tersedia dalam Meja Redaksi.

Gambar 3: Daftar usulan yang diterima untuk diproses oleh Editor.

Dengan adanya meja editor, KBBI Daring tidak lagi sekadar menjadi tempat mencari arti kata bagi para pengguna, tetapi juga menjadi ruang kerja digital bagi para editor KBBI Daring. Saat ini, seluruh proses penyusunan dan pemutakhiran KBBI dilakukan langsung melalui fitur tersebut.

Fitur yang Dapat Dinikmati Pengguna

KBBI Daring menyediakan berbagai fitur bagi masyarakat, baik pengguna umum atau pengguna terdaftar. Pengguna umum adalah pengguna yang mengakses KBBI Daring tanpa mendaftarkan akun emailnya. Namun, pengguna tersebut tetap dapat mengakses berbagai fitur yang tersedia, seperti mencari entri dalam KBBI, memperoleh bantuan pencarian ketika entri tidak ditemukan, serta melihat statistik dasar KBBI Daring.

Sementara itu, pengguna yang telah mendaftarkan akun emailnya akan memperoleh fitur tambahan, seperti: pencarian berdasarkan huruf awal, kelas kata, bidang, ragam, dan bahasa; melihat kata yang populer dan riwayat pencarian; menelusuri kata turunan, gabungan kata, peribahasa, dan idiom; melihat etimologi kata; mengusulkan entri, makna, dan contoh baru; mengusulkan perbaikan terhadap data yang sudah ada; melihat detail dan sejarah redaksi sebuah entri; serta melakukan penelusuran makna.

Kontribusi Pengguna dalam Perbendaharaan Kosakata

Salah satu hal yang membuat KBBI Daring istimewa adalah keterbukaannya terhadap partisipasi masyarakat. Setelah mendaftar sebagai pengguna terdaftar, masyarakat dapat: mengusulkan kata baru; mengusulkan makna baru; menambahkan contoh penggunaan; dan mengusulkan perbaikan terhadap entri yang sudah ada.

Setiap usulan yang masuk akan melewati proses penyuntingan secara berjenjang di meja editor. Tahap pertama dilakukan oleh editor, yang bertugas meninjau dan menyeleksi usulan. Editor sebagai lapisan kedua setelah pengusul memiliki empat hak, yaitu menerima, menolak, mengembalikan dengan catatan, atau mengambil alih usulan. Apabila terdapat usulan yang kurang benar, maka editor dapat mengembalikan dengan menyertai catatan untuk diperbaiki oleh pengusul, baru kemudian pengusul dapat mengajukan usulannya kembali setelah ia memperbaikinya. Adapun untuk usulan yang diambil alih oleh editor adalah usulan yang tidak diperbaiki oleh pengusul setelah mendapat catatan perbaikan. Selain itu, usulan yang dinilai layak kemudian diteruskan kepada redaktur untuk diperiksa kembali. Tahap terakhir akan divalidasi oleh validator. Ketika validator menyetujui sebuah usulan, entri tersebut akan langsung masuk ke dalam daftar entri baru dan akan dimutakhirkan dalam rapat KBBI Daring. Sistem yang berlapis ini memungkinkan kualitas data kebahasaan tetap terjaga sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pengembangan bahasa Indonesia.

Respons Masyarakat yang Positif

Sejak pertama kali diluncurkan, KBBI Daring mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Kemudahan akses dan keterbukaan sistem yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam pengembangan kamus menjadikan platform ini berkembang pesat. Hingga artikel ini ditulis, KBBI Daring telah memuat 210.925 entri, digunakan untuk melakukan pencarian kata lebih dari 300 juta kali, memiliki 331.462 pengguna terdaftar, serta menerima 127.095 usulan dari masyarakat. Pencapaian tersebut menempatkan KBBI Daring sebagai salah satu platform kebahasaan digital terbesar di Indonesia. Angka-angka tersebut juga menunjukkan bahwa KBBI Daring telah berkembang menjadi salah satu platform kebahasaan digital yang menerima respons positif dari masyarakat.

Aplikasi Kompilasi Kamus

Semangat digitalisasi kebahasaan tidak berhenti pada KBBI Daring saja. ian Kamajaya juga mengembangkan Aplikasi Kompilasi Kamus (AKK) pada tahun 2018, sebuah platform yang dirancang untuk memfasilitasi dan membantu pengumpulan dan pengelolaan data kebahasaan, termasuk bahasa daerah.

Sama seperti KBBI Daring, salah satu fitur pada AKK adalah fitur pencarian data. Fitur ini memungkinkan pengguna menelusuri berbagai data kebahasaan dan menggunakannya sebagai dasar untuk mengusulkan entri baru. Dengan kemampuan tersebut, AKK memiliki potensi besar untuk menghimpun jutaan kosakata bahasa daerah dan mendukung penyusunan berbagai kamus daerah di Indonesia.

Kehadiran KBBI Daring dan Aplikasi Kompilasi Kamus (AKK) menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara perkembangan bahasa dan masyarakat yang menggunakannya. KBBI Daring telah mengubah cara masyarakat mengakses dan berkontribusi terhadap perkembangan bahasa Indonesia, sementara AKK menyimpan potensi besar sebagai sarana dokumentasi dan pelestarian bahasa daerah. Keduanya menjadi bukti bahwa pengembangan bahasa tidak hanya bergantung pada kerja para ahli bahasa, tetapi juga memerlukan dukungan ekosistem digital yang memungkinkan data kebahasaan dapat dihimpun, diperbarui, dan dilestarikan.

Inilah saatnya

Siap mendiskusikan kebutuhan institusi Anda?

Temukan solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda. Hubungi tim kami untuk konsultasi, diskusi produk, atau informasi lebih lanjut mengenai layanan Indo Leksia.